Selasa, 09 November 2010

Tugas Audit SI ke-2

Tugas Sistem Informasi

1.Perencanaan Pemulihan Bencana
Disaster recovery planning adalah suatu pernyataan yang menyeluruh mengenai tindakan konsisten yang harus diambil sebelum, selama, dan setelah suatu peristiwa yang mengganggu yang menyebabkan suatu kerugian penting sumber daya sistem informasi. Disaster recovery plan adalah prosedur untuk merespons suatu keadaan darurat, menyediakan backup operasi selama gangguan terjadi, dan mengelola pemulihan dan menyelamatkan proses sesudahnya.
Sasaran pokok disaster recover plan adalah untuk menyediakan kemampuan dalam menerapkan proses kritis di lokasi lain dan mengembalikannya ke lokasi dan kondisi semula dalam suatu batasan waktu yang memperkecil kerugian kepada organisasi, dengan pelaksanaan prosedur recovery yang cepat.

2. Pengendalian toleransi kegagalan system
Toleransi kegagalan system dapat diwujudkan melalui implementasi beberapa komponen system yang redundan :
- Pedundant array of inexpensive (independent) disk (RAID). Terdapat beberapa jenis konfigugasi RAID. Pada dasarnya, setiap metode melibatkan penggunaan beberapa disket pararel yang berisai berbagai elemen data dan aplikasi yang redundan.
- Uninterruptable power supplies (UPS). Jika terjadi pemadaman listrik, maka sumber listrik cadangan dengan tenaga baterai yang tersedia akan memungkinkan system untuk mematikan dirinya secara terkendali.
- Multipemerosesan. Penggunaan yang simultan dua atau lebih prosesor meningkatkan jumlah pemerosesan yang dapat dijalankan dalam operasi normal.

3. Pengendalian keseluruhan sistem
Jika integritas sistem informasi menjadi lemah, pengendalian dalam tiap aplikasi akuntansi mungkin akan menjadi lemah pula atau dinetralkan. Karena sistem informasi adalah hal yang digunakan semua pengguna, semakin besar suatu fasilitas komputer maka akan makin tinggi skala potensi kerusakannya. Jadi, dengan semakin banyaknya sumber daya komputer yang digunakan bersama dalam komunitas pengguna yang selalu bertambah, keamanan sistem operasi menjadi isu pengendalian yang penting.

4. Kebijakan password / kata sandi
Kabijakan menggunakan password atau kata sandi digunakan untuk membatasi para pengguna yang berbagi komputer yang sama untuk direktori, program, dan file data tertentu.
Jika tidak dibagi atau dibedakan password atau kata sandi, akan mengalami resiko sbb:
- Resiko kerugian fisik
- Resiko kehilangan data
- Resiko pengguna akhir
- Resiko prosedur pembuatan cadangan yang tidak memadai.


5. Pengendalian Jejak Audit Elektronik
Jejak audit dapat digunakan untuk mendukung tujuan keamanan melalui tiga cara :
- Mendeteksi akses tidak sah ke system. Mendetieksi akses tidak sah dapat terjadi secara real-time atau setelah kejadian. Tujuan utama dari deteksi untuk mrnembus pengendalian system.
- Rekonstuksi peristiwa. Analisis audit dapat digunakan untuk merekonstruksi berbagai tahapan yang dapat mengarah pada berbagai peristiwa seperti kegagalan system, pelanggara keamanan oleh seseorang.
- Meninggkatkan akuntabilitas personal. Jejak audit dapat digunakan untuk memonitor aktivitas pengguna pada tingkat perincian yang terendah. Kemampuan ini adalah pengendalian preventif yang dapat digunakan untuk mempengaruhi perilaku.

6. Pengembangan Sistem dan Prosedur Pemeliharaan yang tidak memadai
Banyak perusahaan membutuhkan system informasi yang dapat disesuaikan dengan operasi bisnis khususnya. Perusahaan-perusahaan ini mendesain sendiri sistem informasi melalui aktivitas pengembangan sistem secara internal. Pengmbangan sacara internal membutuhkan keberadaan staff sistem tetap sebagai analisis serta programmer yang akan mengidentifikasi kebutuhan informasi para pengguna dan memuaskan kebutuhan mereka melalui sistem yang disesuaikan.
Pemeliharaan sistem adalah proses optimalisasi yang bertujuan mengidentifikasi system yang terbaik. Keputusan ini mewakili tahap yang sangat penting dalam SDLC.
Proses evaluasi dan pemeliharaan melibatkan 2 tahapan :
- Melakukan studi kelayakan yang terperinci
- Melakukan analisis biaya – manfaat.